ARTIKEL USAHA BATAKO
- Pendahulauan
Biaya (cost) adalah pengorbanan sumber daya yang dilakukan untuk memperoleh manfaat
Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.
.Traceability of Cost to Cost Object menghasilkan:
Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.
.Traceability of Cost to Cost Object menghasilkan:
· Direct Cost (Biaya langsung)
· Indirect Cost (Biaya tidak langsung)
- Perncanaan
Setiap perusahaan yang berdiri pada umumnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengembangkan usahanya untuk mencapai tingkat yang lebih baik dari masa-masayang sebelumnya. Tujuan tersebut dapat dicapai tidak hanya terjadi secara kebetulan tetapi perusahaan mengelola dengan sungguh-sungguh sumber-sumber produksi yang ada dalam perusahaan, sedangkan tujuan akhir dari perusahaan itu sendiri adalah memperoleh laba demi menjamin kelangsungan hidup perusahaan karena laba merupakan salah satu tolak ukur untuk menilai sukses tidaknya manajemen alam mengelola usahanya.
Dalam pencapaian laba yang optimal memerlukan berbagai usaha yang nyata agar tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan yang direncanakan. Salah satu contohnya adalah dengan menekan biaya-biaya produksi seefisien mungkin dengan cara memubuat anggaran biaya produksi sebagai dasar pelaksanaan kemudian membandingkan antara anggaran dengan relaisasi secara berkala untuk mencari sebab ketidakefisienan.
Persaingan dalam dunia bisnis yang semakin ketat menuntut pihak manajemen untuk lebih mampu menjalankan fungsi-fungsinya agar mampu bersaing di pasar. Salah satu contoh fungsi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. Fungsi ini lebih menekankan pada pelaksanaannya dibandingkan fungsi manajemen lainnya. Kedua fungsi ini saling berkaitan satu sama lain. Fungsi perencanaan merupakan proses pemilihan dan penentuan serta penetapan tujuan yang nantinya merupakan dasar untuk melaksanakan pengendalian.
Klasifikasi baya - Analisis dasar konsep produksi( PT.Batako petrus setia)
|
|
| ||||||||
NO
|
DESCRIPTION
|
STN
|
KAP/HOK
|
BTK
|
OH 10%
|
JLH
|
FREK
|
TOTAL
| |
BIAYA TENAGA KERJA
| |||||||||
1
|
Aduk semen
|
pcs
|
1.000
|
34,44
|
3,44
|
37,88
|
1
|
37,88
| |
2
|
Pencetakan
|
pcs
|
195
|
176,62
|
17,66
|
194,28
|
1
|
194,28
| |
3
|
Penyusunan bata dirak
|
pcs
|
600
|
57,40
|
5,74
|
63,14
|
1
|
63,14
| |
4
|
Penurunan dan penyimpanan
|
pcs
|
600
|
57,40
|
5,74
|
63,14
|
1
|
63,14
| |
SUB TOTAL
|
326
|
358,44
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
NO
|
DESCRIPTION
|
STN
|
KAP/HOK
|
HRG STN
|
HARG/PCS
|
INFLASI 7%
|
FREK
|
TOTAL
| |
BIAYA BAHAN BAKU
| |||||||||
1
|
SEMEN
|
SAK
|
135
|
58.900
|
436,30
|
30,54
|
1
|
466,84
| |
2
|
PASIR
|
M³
|
470
|
55.700
|
118,51
|
8,30
|
1
|
8,30
| |
3
|
AIR
|
LTR
|
7
|
1.500
|
202,50
|
14,18
|
1
|
14,18
| |
SUB TOTAL
|
489,31
|
| |||||||
NO
|
DESCRIPTION
|
STN
|
KAP/PRODUK/HRI
|
HRG STN
|
HARG/PCS
|
INFLASI 7%
|
FREK
|
TOTAL
| |
BIAYA PERALATAN
| |||||||||
1
|
BANGUNAN
|
UNIT
|
1.462.500
|
5.000.000
|
3,42
|
0,24
|
1
|
3,66
| |
2
|
CETAKAN
|
PCS
|
58500
|
225.000
|
3,85
|
0,27
|
1
|
4,12
| |
3
|
SENDOK SEMEN
|
PCS
|
58500
|
17.500
|
0,30
|
1
|
0,30
| ||
4
|
SKOP
|
PCS
|
58500
|
45.000
|
0,77
|
1
|
0,77
| ||
5
|
PAPAN MAL
|
PCS
|
58500
|
750
|
0,01
|
1
|
0,01
| ||
6
|
EMBER
|
BH
|
58500
|
13.000
|
0,22
|
1
|
0,22
| ||
7
|
GEROBAK
|
BH
|
58500
|
335.000
|
5,73
|
1
|
5,73
| ||
8
|
SEWA TANAH
|
TH
|
1462500
|
3.000.000
|
2,05
|
1
|
2,05
| ||
9
|
MEJA TULIS
|
BH
|
292500
|
480.000
|
1,64
|
1
|
1,64
| ||
SUB TOTAL
|
18,50
| ||||||||
GRAND TOTAL VARIABEL COST
|
866,24
|
| |||||||
PERHITUNGAN KOMPERSI DIVRESIASI BERJANGKA (PERIODE )
| ||||||
DSECRIPTION
|
HKE/TH
|
TH PERIODE
|
HK
|
PRODUKSI
|
MP / HK
|
JLH
|
BANGUNAN
|
300
|
5
|
1500
|
292500
|
5
|
1.462.500
|
SEWA TANAH
|
300
|
5
|
1500
|
292500
|
5
|
1.462.500
|
Perhitungan biaya ini dibuat berdasarkan upah minimum propinsi Kalimantan barat Tahaun 20011 (UMR Rp.34400,- / Hok) Dengan Jam Kerja Efektif 7 Jam / HOK Dengan Hari Kerja 25 Hari kerja Efektif atau 175 jam kerja / Bulan dengan tingkat upah minimum Rp।860.000,- Tidak termasuk lembur.( hitungan upah borongan)
Lembur didapati oleh tenaga kerja dengan cara peningkatan Kapasitas dan keterampilan, termasuk juga penambahan jam kerja oleh tenaga kerja yang bersangakutan।- Rumus menghitung Untk perencanaan kerja
- Bahan Langsung (Direct Material).
- Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor).
- Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead) yaitu biaya selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung.
c. Biaya Non-pabrikasi/Commercial Expenses diklasifikasikan dalam:
- Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
- Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan
Prime Cost (Biaya Utama) adalah jumlah bahan langsung dan tenaga kerja langsung
Conversion Cost (Biaya Konversi) adalah jumlah tenaga kerja langsung dan overhead pabrik
Conversion Cost (Biaya Konversi) adalah jumlah tenaga kerja langsung dan overhead pabrik
d.Volume Produksi diklasifikasikan dalam:
- Biaya Variabel yaitu biaya yang berubah secara proporsional sesuai dengan volume kegiatan.
- Biaya Tetap yaitu biaya yang tidak berubah karena perubahan volume kegiatan dalam rentang yang relevan
- Biaya Campuran yaitu biaya yang mempunyai komponen variable dan tetap
e. Departemen diklasifikasikan dalam:
- Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.
- Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.
f. Periode Akuntansi diklasifikasikan dalam:
- Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
- Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.
g. Pengambilan Keputusan, Pelaksanaan, dan Evaluasi diklasifikasikan dalam:
- Differential /Marginal/Incremental Cost yaitu perubahan biaya sebagai akibat pemilihan alternatif tindakan tertentu.
- Opportunity Cost (Biaya kesempatan) yaitu pendapatan/manfaat yang hilang apabila alternatif tertentu dipilih
- Sunk Cost yaitu biaya yang telah dikeluarkan dan ternyata tidak relevan dengan keputusan
- Avoidable dan Unavoidable Cost
- Controllable/Uncontrollable Cost
2. Penetapan Harga Jual.
Dari penjelasan diatas maka analisi dasar konsep produksi dapat dilihat pada hitungan dibawah ini,,,,,,, oleh Batako Pembangunan jaya
PENETAPAN HARGA JUAL BATAKO PERBUAH DI LUAR BIAYA PENGIRIMAN
| |||||
BIAYA
|
BIAYA
|
JUMLAH
|
15% LABA
|
HARGA
|
LABA
|
VARIABEL
|
TETAP
|
BIAYA
|
DIIGINKAN
|
JUAL/PCS
|
BERSIH
|
866,24
|
70,56
|
936,80
|
140,52
|
1.077,32
|
140,52
|
HARGA JUAL DALAM 1 BUAH BATAKO DIPUTUSKAN ( Rp. 1.077,32)
| |||||
3. Operasiaonal
Dalam perusahan Batako Pembangunan Jaya memiliki karyawan sebanyak 5 orang dalam satu orang memiliki kemampuan rata – rata 195 pcs batako/hari jadi dengan demikian maka perusahan Batako pembangunan jaya mampu memproduksi Batako setiap harinya :
195 x 5 = 975 / Hari. Jadi bila dihitung /Bulanya adalah : 975 x 25 harai kerja efektif adalah Rp.24.375 pcs batako.
Perusahan batako pembangunanjaya melayani semua pesanan yang sudah pasti akan membeli produk yang sudah dipesan.
Maka dapat dilihat perhitungannya dengan tabel berikut :
NO
|
DESCKIPTION
|
STN
|
VOLUME PENJUALAN
|
HARGA JUAL
|
JLH
|
HARGA POKOK
|
LABA STN
|
JH LABA
|
1
|
Batako
|
pcs
|
24.375
|
Rp 1.077,32
|
Rp 26.259.675
|
Rp 936,80
|
Rp 140,52
|
Rp 3.425.175
|
2
|
Paping Block
|
pcs
|
22.145
|
Rp 1.500,00
|
Rp 33.217.500
|
Rp 1.377,00
|
Rp 123,00
|
Rp 2.723.835
|
3
|
Kerawang
|
pcs
|
18.900
|
Rp 2.525,00
|
Rp 47.722.500
|
Rp 2.350,00
|
Rp 175,00
|
Rp 3.307.500
|
Total Penjualan / Bulan
|
Rp 9.456.510
| |||||||
4. Permasalahan perusahan
1.Pemasaran
Permasalahan perusahan Batako pembangunan jaya , yang sering muncul adalah persaingan bisnis pada saat ini karena perusahan batako banyak sekali yang bermunculan didaerah lingkungan perusahaan, yang tentunya bersaing ketat, terutama pelayanan yang tepat waktu yang dijanjikan dan pemenuhan target pesanan terkadang tidak tercapai .
2. Kualitas
Kurangnya tingkat pengawasan terhadap tenaga kerja, sehingga kuwalitas batako kurang memenuhi standart yang diminta oleh konsumen, sehingga menimbulkan komplen dari konsumen atas kualitas batako yang terjual dipasaran.
5. Pemecahan masalah
Langkah pemecahan masalah adalah, pemilik perusahan Batako pembangunan Jaya, harus melakukan tindakan pendekatan dengan konsumen dan melakukan pengawasan yang lebih baik terhadap tenaga kerja, agar kualitas bata yang diproduksi benar – benar sesuai dengan yang diharapkan .
Komposisi antara semen daengan pasir, harus betul – betul diperhatikan dan diawasi disaat pencampuran atau mengaduk adukan semen dan pasir dipastikan betul merata dan pencampurannya disertai dengan air yang sesuai .
Dengan Kualitas dan Kuantitas yang terpenuhi bagi konsumen, maka sebagai perusahan yang menawarkan suatu barang dapat mempertahankan semua pelanggan sebagai konsumen yang terus menerus mau memakai produck yang diproduksi .
6. Kesimpulan
Dengan pembahasa diatas maka perusahan “BATAKO PEMBANGUNAN JAYA” dapat berjalan dengan baik dan mampu bersaing dalam kondisi apa pun dan memiliki keuntungan yang besar , itu semua berkat dari perencanaan yang baik dan matang dan tingkat pelayannan yang memuaskan konsumen dan kualitas yang sangat penting diimbangi dengan kuantitas yng mencapai target permintaan pasar.
Perusahaan pasti bisa bertahan ditengah – tengah persaing bila memiliki mana jemen manajemen yang baik pula.
